UNTORO – Dalam upaya memperkuat langkah pencegahan stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi serta pola hidup bersih dan sehat, Pemerintah Kampung Untoro sukses melaksanakan kegiatan Emotional Demonstration (Emo Demo).
Berbeda dari metode penyuluhan kesehatan konvensional yang cenderung searah, Emo Demo hadir sebagai metode edukasi kesehatan interaktif berbasis partisipatif. Metode ini dirancang khusus untuk menyentuh emosi para peserta—terutama para ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh balita—sehingga memicu perubahan perilaku kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Emo Demo memanfaatkan permainan peran, alat peraga visual sederhana, serta analogi kehidupan sehari-hari. Beberapa topik utama yang disampaikan mencakup pentingnya pemberian ASI Eksklusif, kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi seimbang yang kaya protein hewani, hingga kebiasaan camilan sehat untuk anak.
Kepala Kampung Untoro menyampaikan bahwa pendekatan Emo Demo sangat efektif diterapkan di tingkat kampung karena pesannya mudah dipahami dan membekas di ingatan warga.
"Melalui Emo Demo, para ibu tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung merasakan dan mempraktikkan sendiri. Kami berharap cara ini dapat mengubah kebiasaan pengasuhan dan pola makan di rumah tangga demi menciptakan generasi Kampung Untoro yang sehat dan bebas dari stunting," ujarnya.
Kegiatan ini turut didampingi oleh tenaga kesehatan dan kader Posyandu Kampung Untoro yang telah terlatih. Antusiasme warga terlihat dari aktifnya diskusi dan simulasi permainan yang berlangsung selama sesi acara.
Dengan terlaksananya Emo Demo ini, Pemerintah Kampung Untoro terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat yang berdampak langsung pada kesejahteraan ibu dan anak di wilayahnya.